Pura Paluang ( Pura Mobil )

Keindahan Nusa Penida tak habis dinikmati.Di sana ada Pura Mobil. Mau tahu keunikannya?Pergi saja ke ujung barat pulau, di Desa Bunga Mekar, Dusun/Banjar Karang Dawa.Menuju lokasi pura, pemedek  akan menjumpai jalan yang penuh “goyangan”karena sebagian besar rusak.Bahkan aspal pun telah terkikis menjadi kerikil.

Jika bertolak dari pusat pemerintahan Desa Bunga Mekar, perjalanan dapat ditempuh sekitar 20 menit.Sepanjang perjalanan, pemedek disuguhkan pemandangan kering khas Nusa Penida, Klungkung, Bali.Ada semak belukar, tebing berkapur.

Pun pemandangan lautnya yang indah dari kejauhan.Sesekali akan melewati beberapa pemukiman warga. Tapi pura ini letaknya jauh dari area pemukiman.Saat memasuki areal pura, ada beberapa bangunan yang akan dijumpai seperti dapur, tempat peristirahatan pemangku, dua wantilan, serta tangki air yang berada di sebelah candi bentar pura.

Di area jeroan (dalam) pura terdapat 13 pelinggih yang sebagian besar terbuat dari batu paras putih khas Nusa Penida.Ada dua bangunan yang tampak unik, yakni pelinggih yang menyerupai mobil.Satu mobil VW Beatle, satunya bisa dikatakan mirip dengan mobil Jimmy. Mobil VW Beatle ini berada di atas sebuah panggung segi empat, lengkap dengan ukiran pada bagian sisinya.Mobil ini dipuas berwarna emas pada kap, dan coklat kekuningan pada bagian bodi. Bannya pun dicat bernada serupa.

Ada tiga lubang kotak pada bagian kemudinya yakni jendela depan, dan dua pintu masuk. Plat nomor kendaraannya yakni KD 013.Sementara kotak panggungnya dibalut kain poleng dan kuning putih pada bagian atasnya.Sementara mobil Jimmy, yang berada tidak jauh dari dari mobil VW, tampak bercat merah.Catnya tampak  memudar pada bagian bodi samping.Sementara pada bagian lainnya berwarna abu-abu seperti warna dasar semen.Ada dua lubang pintu, yakni pada sisi kanan dan kiri, di dalamnya terdapat patung sebagai simbol sang pengendara.Kaca depan mobil tertutup, tapi pada kedua sisinya terdapat dua naga berwarna hijau emas layaknya penjaga mobil tersebut.Mobil ini dapat memuat satu orang dewasa karena bagian atap mobil dibuat memanjang ke atas.Plat mobil ini ialah DK 28703 GL.Saat itu mobil dibalut kain poleng pada kap dan bodinya.Di depannya terdapat meja sebagai tempat menghaturkan sesaji.Wayan Partai, Bendesa Adat setempat menjelaskan, plat mobil VW KD 013 berarti Karang Dawa dan tahun pembugaran pelinggih tersebut pada tanggal 01-01-2013.Sementara plat mobil Jimmy DK 28703 GL.DK merupakan plat nomor kendaraan untuk Provinsi Bali, 28-7-2003 merupakan tanggal pembugaran dan GL berarti Gunung dan Lebah (jurang).

Sebab, Pura Paluang (Pura Mobil) ini berada di atas bukit dan dekat dengan jurang.“Mobil yang besar belum kita lakukan pemugaran kembali, seperti mobil VW yang telah memiliki panggung yang agak tinggi, kalau dulu mobilnya di bawah. Dulu, kata tetua di sini, mobil besar memiliki tulisan “Mobil Bemo” pada bagian depannya, tapi sekarang sudah dihilangkan,” jelas Wayan kepada Tribun Bali.Lebih jauh ia menjelaskan, warga Dusun/Banjar Karang Dawa atau sekitarnya memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap kekuatan dan anugerah yang diberikan dari ida yang melinggih di pura tersebut.Terbukti apapun kegiatannya seluruh warga pengamong pasti akan turun.Bahkan warga yang merantau banyak yang pulang ke Nusa Penida untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan di Pura Paluang.

“Tentu keyakinan ini disertai kejadian-kejadian skala dan niskala yang dapat dipercaya ataupun tidak. Saya pernah melihat mobil pada suatu malam dari kejauhan di sekitar area pura ini. Saat saya dekati, mobil tersebut hilang. Saya percaya yang saya lihat itu adalah mobil di pura ini, karena warga percaya pada malam tertentu beliau mengendarai mobil tersebut untuk berkeliling,” jelasnya saat ditanya kejadian yang pernah ia alami terkait Pura Mobil.

Jero Mangku I Wayan Suar menjelaskan sejarah keberadaan Pura Paluang.Dahulu seorang warga Karang Dawa ingin membuka lahan perkebunan di tempat tersebut.Dalam proses pengerjaannya terdapat sebongkah batu karang yang besar sehingga warga harus memindahkannya ke lain tempat.Setelah dipindahkan, keesokan harinya batu tersebut kembali ke tempat semula.

Hal ini berulang kali terjadi, kemudian ada suatu petunjuk niskala untuk mendirikan sebuah pelinggih di sana, yakni yang berada di atas bukit karang dan bertetangga dengan jurang yang  sangat curam. Seiring berjalannya waktu, ada pawisik Ida yang melinggih di pura tersebut yakni Ratu Gede Sakti Hyang Mami meminta agar krama membuatkan pelinggih mobil, karena beliau di alam niskala memiliki kendaraan berupa mobil.Mobil jimmy lah yang merupakan pelinggih dari Ratu Gede Sakti Hyang Mami.Sementara mobil VW merupakan mobil dari pengikut atau anak-anak beliau.“Ini sudah cerita turun temurun, kita tidak tahu tahun berapa kejadiannya, Zaman kakek saya sudah ada pelinggih mobil tersebut. Jadi, yang bilang tahun 1300 itu mungkin ingin buat sensasi saja kayaknya, nggak ada itu ” ujarnya saat di konfirmasi tahun pembuatan pelinggih mobil VW tersebut.

Sebab, tidak ada catatan yang menjelaskan tentang keberadaan Pura Paluang melalui turun-temurun yang diwariskan.Serta cerita-cerita skala niskala yang dialami sejumlah warga menjadikan motivasi warga pengamong untuk  menjaga eksistensi Pura Paluang generasi mendatang.